Apakah Saya Seorang Pemimpin..???



Seorang pemimpin ada bukan dilahirkan tetapi dibentuk dan dalam sejarah peradaban manusia tidak ditemukan bahwa yang memegang kendali adalah seorang pacundang, seseorang yang tidak memiliki kapasitas, seseorang yang lambat menentukan dan membuat keputusan, seseorang yang setiap kali nemukan permasalahan selalu menyalahkan lingkungan dan pihak lain, orang ini tentu saja tidak pantas menjadi seorang pemimpin.
Pemimpin memiliki berbagai karakteristik yang membuatnya berbeda dengan yang lain, bukan hanya karismatik belaka tetapi sesuatu yang konkrit yang dalam hal ini dia mampu membuatnya berbeda dengan orang lain. Jika pemimpin sama saja, maka jangan katakan dia seorang pemimpin. Beberapa karakter pemimpin yang membuat seorang pemimpin itu berbeda diantaranya yaitu :


Pertama, seorang pemimpin mengetahui bahwa dia adalah “tuan” bagi dirinya sendiri. Itu artinya tidak ada seorangpun diluar dirinya yang dapat menguasai dia, memerintah dia, mengatur dia, dan mengendalikan dia. Sehingga ketika seorang pemimpin menemui kegagalan ataupun masalah maka dia tidak akan menyalahkan siapu dan tidak akan mencari-cari kesalahan lingkungan. Ketika seseorang sudah mencari-cari kambing hitam untuk setiap kejadian yang menimpa dirinya maka orang itu bukan seorang pemimpin, dia tidak lebih dari seorang pecundang yang hanya mengembik.

Yang kedua, tentu saja seorang pemimpin harus memiliki beberapa pemikiran dan cara pandang yang berbeda ataupun melihat suatu permasalahan dan situasi tidak hanya dari satu sisi. Melihat berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Disini bahwa cara melihat seseorang atau cara pandang seseorang akan mempengaruhi cara berpikirnya, cara berpikirnya akan mempengaruhi tindakan yang akan dilakukan, tindakan ini akan berlangsung secara terus menerus, dari tindakan yang terus menerus ini maka akan menunjukan karakter seseorang. Sehingga karakter yang ada pada diri kita saat ni tidak terlepas dari bagaimana kita melihat dan memandang sesuatu. Seorang pemimpin tentu saja tahu bagaimana harus memandang suatu permasalahan yang ada, pandai membaca situasi dan kondisi yang ada, serta memiliki insting yang kuat terhadap terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Jika seseorang hanya mampu melihat sesuatu dari sudut pandangnya dan tak mampu memainkan pemikiran serta tidak mampu membaca situasi, lebih baik jangan menjadi pemimpin, beri saja waktu pada seseorang itu untuk berlatih menjadi pemimpin.

Benarkah pemimpin harus kritis? atau hanya menerima – menerima saja apapun yang diusulkan, diminta, diinginkan oleh rekannya, asalkan rekannya senang? Ini bukan pemimpin ini hanya beo yang ikut-ikutan berkicau. Hal terpenting yang ketiga yaitu pemimpin harus kritis, kritis disini adalah bahwa seorang pemimpin tidak serta merta menerima keinginan-keinginan rekannya, tidak begitu saja mudah untuk mengabulkan usulan-usulan dan keinginan rekannya untuk melakukan dan memutuskan sesuatu, pertimbangan dan usulan dari rekan memang sangat dibutuhkan dalam kancah demokrasi. Tapi lagi-lagi pemimpin harus kritis dalam menyikapi, menerima, dan menghargai usulan-usulan ataupun egoisme rekanya. Menyaring berbagai informasi dan masukan, serta tidak hanya mengikuti kemauan rekan tetapi sesuatu yang dijalankan sesuai dengan visi dan misi organisasi bukan visi dan misi individu. Jika seorang pemimpin tidak kritis maka akan sulit baginya untuk menghadapi berbagai keinginan yang beragam dari rekannya.

Yang keempat tentu saja seorang pemimpin harus cerdas. Jika seorang pemimpin tidak cerdas bagaimana bisa dia memimpin sebuah organisasi atau kesatuan mungkin memimpin dirinya sendiri saja tidak mampu. Cerdas disini adalah bahwa mampu menyikapi setiap kondisi dan keadaan. Serta memiliki pengetahuan yang luas dalam berbagai hal.

Kelima yaitu seorang pemimpin harus berkualitas, berkualitas disini adalah memiliki karakteristik dasar yang jika dilihat dari segi apapun nilai jualnya akan tinggi (memiliki bargain position yang tinggi). Sehingga seorang pemimpin ini mampu berkompetisi dalam setiap persaingan dan mampu menumjukan kompetensinya bahwa seseorang ini patut dikatakan seorang pemimpin. Dan yang terpenting dari seorang pemimpin adalah kemampuannya dalam hal mempengaruhi orang lain dan kemampuannya dalam hal mengambil keputusan. Dalam hal ini seorang pemimpin mampu mempengaruhi rekan dan orang-orang yang dipimpinnya demi terwujudnya visi dan mimpi organisasi yang sebelumnya sudah menjadi tujuan bersama. sering kali dalam setiap organisasi terjadi berbedaan pendapat dan kepentingan, peran pemimpin dalam hal mapu mempengahui rekanya agar apa yang sudah dicita-citakan bersama dapat terwujud. Begitupula dengan seni mengambil keputusan, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat . khususnya dalam menyikapi berbagai keadaan. Lalu dari sekian banyak kriteria seorang pemimpin, apakah saya seorang pemimpin? Pada dasarnya setiap manusia adalah pemimpin minimal pemimpin untuk dirinya sendiri.

Termasuk saya, saya adalah seorang karyawan yang selalu belajar bagaimana untuk memimpin diri saya sendiri dan lingkungan. Karena musuh dan tantang terbesar dalam diri kita adalah diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa memimpin orang lain dan organisasi jika kita tidak mampu memimpin diri kita sendiri. Disini saya belajar untuk dapat menjalankan organisasi sesuai dengan visi dan misi bersama walaupun pada praktiknya banyak diantara kami yang berbeda pendapat dan memiliki ego masing-masing.


Sejak kecil saya terlatih untuk hidup mandiri, hidup jauh dari orang tua dan mengatasi berbagai masalah yang timbul yang pada saat itu umur saya terlalu muda untuk menerima permasalahan tersebut. Dan saya selalu bersyukur karena ALLAH memberikan kesempatan ini kepada saya.


Saat saya jatuh. Dan saya sadar bahwa masih banyak orang yang berada jauh dibawah saya dan tidak seberuntung saya. ALLAH memang benar-benar memberikan scenario yang indah kepada saya. Walapun awalnya pedih tapi saya yakin dalam memberikan ujian dan jalan hidup pun ALLAH memilih ALLAH memilih saya karena mungkin menurut-Nya saya pantas dan saya akan mampu melewati semuanya.


Saat ini saya banyak-banyak bersyukur kepada-Nya karena kedewasaan, kemandirian, ketabahan, kekuatan untuk hidup dalam keadaan apapun (kalau orang hidup senang itu biasa, yang luar biasa adalah saat kita berada dalam kondisi yang tidak kita harapkan tapi kita mampu bertahan dan bangkit), kekuatan, kesederhanaan, kemampuan dalam hal apapun yang mungkin jika jalan hidup saya tidak seperti itu saya tidak akan seperti sekarang ini dan semua itu dapat saya gunakan untuk meneruskan hidup ini. Dari semua pengalaman dan sejarah hidup inilah saya bisa bagi kepada teman-teman dan sahabat saya dan memotivasi mereka, memberikan apa yang dapat saya berikan terutama untuk sebagian orang yang “hampir” mirip dengan saya, saling memotivasi dan menguatkan.


Dan semua itu pada akhirnya saya terapkan dalam kehidupan saat ini, saat rapuh dan semua orang mencibir. Tidak apa-apa karena mereka apapun yang terjadi pada kita saat ini akan menjadi sebab untuk masa depan. Sekali lagi saya benar-benar besyukur dengan apa yang ada saat ini dan menjalankan segala amanah dengan sebaik-baiknya yang bisa saya lakukan. Bergabung dengan PGN (Pisang Goreng Nugget)adalah suatu kebanggaan tersendiri dalam hidup saya,disini saya tidak hanya bekerja,tapi lebih kepada belajar tentang kehidupan,disini saya mendapatkan segalanya.disini saya bertemu dengan orang2 yang luar biasa dan mau berbagi.


Saya yakin semua orang bisa menjadi pemimpin, jika pertanyaannya “apakah saya pemimpin?” jawabannya “Ya, saya adalah pemimpin”. Saya akan belajar untuk terus meningkatkan potensi diri dan sedikit demi sedikit meminimalisir keburukan dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan saya.salam Pemimpin.



TTD

Usman Blamosk
Usman Blamosk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGGAPAI UJUNG LANGIT

MENJADI SUFI

PEMIMPIN ATAU GURU