Menjadi Srigala
Setelah kembali dari Hongkong aku tidak punya rencana apapun. Mau memulai bisnis
engga tahu apa yang harus di kerjakan. Keadaan ekonomi semakin tidak jelas.
Padahal setelah pemilu dengan terpilihnya Presiden baru seharusnya arah ekonomi
bisa lebih jelas. Tapi mungkin karena begitu besar masalah yang diwariskan Soeharto
maka keadaan menjadi tidak lagi sederhana. Kurs rupiah sudah berhasil dikendalikan
dibawah ambang psikologis tapi tetap saja fundamental ekonomi belum sehat. Di
zaman Megawati ada harapan ketika Pemerintah dengan tegas akan mengeluarkan
IMF dari Indonesia. Namun mentri keuangan mengusulkan diberlakukannya SAPs (
Structural Adjustment Programmes) Ini sama saja tetap menggunakan kuridor IMF
dengsn LOI nya untuk membuat ekonomi lebih terbuka.
Selama di Jakarta walau aku tidak ada bisnis yang dikelola namun dengan uang yang
cukup aku bisa lebih leluasa bersosialisasi di kalangan bisnis. Lambat laun
membosankan. Aku terbiasa sibuk dan menghadapi tantangan. Melewati hidup
dengan rutinitas seperti ini akan membuat aku kehilangan vitalitas. Padahal aku
belum tua. Ketika aku sampaikan niat untuk kembali terjun ke bisnis kepada istri.
Nampak istriku terdiam lama. Ada rasa kawatir di wajahnya.
" Teman teman kamu banyak yang lari keluar negeri karena masalah hutang. Mereka
tinggalkan keluarganya dalam kebingungan. Hidup macam apa bisnis di Indonesia?
Dulu ingat engga ketika kamu dan teman kamu sedang jaya, kalian seperti
mendewakan pejabat. Bahkan memperlakukan mereka seperti raja. Mungkin mereka
mendapatkan lebih dan kalian dapat sedikit. Tapi ketika ada masalah, mereka tidak
peduli dengan kalian. Bahkan membiarkan gerombolan liar membakar rumah kalian
dan para wanita di perkosa. Bahkan ada yang terbunuh mengenaskan di bakar oleh
massa. Dan ketika kurs semakin hancur, pemerintah sita asset semua tanpa pernah
mengakui bahwa itu semua ulah mereka yang brengsek. Dan tidak ada mereka yang
bertanggung jawab. Bahkan diantara mereka merasa sebagai pahlawan. Udahlah
engga usah bisnis lagi. Negeri ini diisi oleh orang brengsek" demikian istri
memberikan argumen bahwa menjadi pengusaha di Indonesia adalah pekerjaan sia
sia.
Dia seakan trauma dengan masa lalu kami dan kehancuran yang kami dera. Aku tidak
mau berdebat. Karana dia berpikir realistis dan pragamatis. Tapi apakah dengan
mengutuk masa lalu lantas apakah aku di masa kini harus mengubur diri dengan masa
lalu. Sementara masa depan masih panjang yang akan aku lalui. Tapi memaksa
kehendak kepada istri juga tidak bagus. Aku tahu bahwa dia hanya memikirkan
kesehatan dan mental ku. Hanya itu. Soal dirinya dia tidak begitu peduli. Terbukti
berapapun aku beri uang tidak pernah dia memanjakan diri. Gaya hidupnya tetap
sederhana dan hidupnya hanya untuk anak anak dan diriku.
Aku bangga dengan sukses yang kuraih namun kadang aku lupa dengan seseorang
yang begitu banyak berkorban terhadapku. Anehnya pengorbanan itu karena
ketulusan cinta. Bertahun tahun aku telah membiarkan istriku seorang diri
menghadapi masalah yang seharusnya aku peduli. Berkali kali aku ingin mendengar
keluhannya namun untuk itupun tidak punya waktu. Begitu banyak moment yang
sangat berarti terlewatkan begitu saja hanya karena Kesibukanku. Mungkin dalam
hidupku banyak melakukan kesalahan namun kalau ada keputusan yang bagus adalah
ketika aku meminangnya sebagai istri. Yang pasti dengan segala apa yang kumiliki
sekarang maka tidak sepantasnya aku merasa bangga. Sepatutnya aku tidak bisa
menaikkan kepala dihadapan istri karena pengorbanannya.
Tapi aku harus berbuat dan menyampaikan alasanku bahwa setiap pria sudah
ditakdirkan berbuat lebih. Karena misi pria bukan hanya untuk dirinya dan keluarga
tapi juga untuk masyarakat. Aku tidak dididik orang tuaku hanya mementingkan diri
sendiri tapi harus mampu menjadi sebaik baiknya bagi orang lain dan paling banyak
manfaatnya bagi orang lain. Akan kah istriku bisa berdamai dengan situasi
kejiwaanku? Aku ingin kembali ke dunia bisnis. Tidak di Indonesia tapi di luar negeri.
" Jadi papa mau bisnis di luar negeri ? "
" Ya "
" Baiklah. Usia lima puluh lima harus pensiun. "
" Ya papa janji."
" Ya udah. Aku jaga anak dirumah. Nanti kalau ada waktu longgar papa pulang atau
kami nyusul ke luar negeri."
" Ya. Aku akan usahakan setiap bulan dua kali pulang dan akan telp kerumah setiap
hari" kataku. Istriku hanya mengangguk. Izin telah diberikan ...
***
Setelah bangkrut , semua modal habis, yang tersisa hanya trust dari network
business. Salah satu relasi memberi peluang bisnis untuk menjadi suplier pakaian ke
salah satu jaringan departement store di Eropa. Salah satu temanku yang sudah
sukses bermitra dengan orang korea membuka pabrik di China mengundangku ke
Dongwan, Shenzhen. Menurutnya di China sangat mudah dapat kredit ekspor dan
supply chain bagus sekali. Teman ini tadinya adalah korban krismon. Rumahnya di
PIK dijarah oleh massa dalam peristiwa Mey 1998. Untung istri dan anak gadisnya
selamat. Namun pembantunya di perkosa. Sementara Ruko nya dibakar oleh Massa.
Setelah itu dia hijrah ke Amerika Serikat. Namun dua tahun kemudian , dia terbang
ke China sementara Istri dan anak anaknya tetap di Amerika Serikat.
Hijrah ke Luar negeri adalah China sebagai tujuan. Aku tidak tertarik untuk berbisnis
di Hong Kong. Temanku mengenalkanku kepada sahabatnya orang China. Dia
penduduk Hong kong. Pernah kuliah di Canada, Toronto. Dengan dia aku merintis
usaha sebagai eksportir. Bagaimana merealisasikan peluang itu? Modal untuk bangun
pabrik tidak ada. Mau jadi trader sulit karena engga ada uang untuk membeli
garment dari pabrikan. Uang yang aku miliki di tabung di Jakarta dan yang kubawa
tidak lebih USD 300,000. Jadi bagaimana merealisasikan peluang menjadi uang tanpa
modal besar? Apalagi di negeri orang. Aku bersama mitraku di China mendatangi
Export National Agency yang bertugas memberikan solusi pembiayaan ekspor. Dari
Agency kami diberi skema pembiayaan supply chain yang terhubung dengan
perbankan dan lembaga pembiayaan lain. Atas rekomendasi Export national agency
maka kami yakinkan buyer di Eropa untuk menandatangani long term contract.
Mereka setuju dengan syarat pembayaran 6 bulan dalam bentuk usance LC. LC
tersebut mensyarakatkan ada nya endorsement dari National agency China untuk
setiap pencairan LC.
Atas dasar LC tersebut kami mendatangi supply chain pakaian yang terdiri dari :
pabrik Tenun, Pabrik Tektil dan Pabrik garmen, Pedagang Kapas, Produsen Bahan
kImia. Kepada masing masing pabrik itu kami memberikan payment guarantee dalam
bentuk LC yang di endorse oleh Agency. Kami juga memberikan Planning production
, lengkap dengan timeline kepada masing masing supply chain. Mereka pelajari
standard qualitas yang kami mau dan juga planning production dan delivery.
Selanjutnya kami monitor semua proses sampai jadi pakaian siap ekspor. Dan
memang semua on time sampai pakaian bisa di kirim ke buyer di Eropa. Untuk
business process tersebut, kami hanya berdua saja. Karyawan merangkap boss.
Setiap bulan bisa ekspor 20 kontainer. Prosses tersebut dalam business disebut
dengan istilah Makelon. Atau produsen tanpa punya pabrik. Hanya mengandalkan
management supply chain dan financial support.
Yang membuat ekonomi china tumbuh karena china memiliki supply chain yang
terstruktur dan canggih serta lentur. Hampir 100% supply chain industry di China
adalah usaha dalam negeri china sendiri. Akibatnya untuk menghasilkan produk
eksport , belanja import china sangat rendah. Pertumbuhan ekonomi melahirkan
ketahanan ekonomi nasional karena cadangan devisa yang terus meningkat. Berbeda
dengan India dan negara lainnya, dimana peningkatan eksport diiringi oleh
meningkatnya import. Akibatnya sedikit saja ada goncangan ekonomi maka langsung
negara tersebut masuk dalam wilayah krisis. Hal ini karena negara tersebut lemah
dalam hal supply chain.
Itu sebabnya kami bisa jalankan bisnis di China lebih disebabkan oleh kehebatan
system supply chain di China dan dukungan skema pembiayaan dari pemerintah
china. Makanya jangan kaget hampir semua pabrik di China yang melakukan ekspor
sebetulnya yang marketing orang orang yang berbisnis seperti kami itu yang
mempunya business network di manca negara. Dan itu datang dari seluruh dunia.
Bukan hanya garment tapi semua produk yang dibuat di China berkembang pesat
karena model bisnis seperti itu. Mengapa ? Karena bila awalnya orang hanya
makelone tapi lambat laun orang ingin dirikan pabrik sendiri dan pemerintah China
memberikan peluang. Peluang itu dalam bentuk fasilitas kredit dan subsidi upah
buruh sampai perusahaan BEP.
Di samping itu banyak pemgang merek produk berkelas dunia juga membuka pabrik
di China dengan alasan yang sama yaitu memanfaatkan supply chain China. Hampir
semua industry berkelas dunia seperti Siemen, Nokia, Samsung, Apple, SONY,
SANYO, GE, Boeing , Audi, Mercy, Toyota dll hadir di China. Mengapa ? Effisensi
supply chain china mencapai 50%. Makanya mereka harus membangun pabrik di china
atau mereka akan digilas persaingan global yang dimotori oleh China. Ini tentu
berdampak kepada pertumbuhan ekonomi karena dari terbangunnya pabrik akan
menimbulkan dampak berganda dengan tumbuhnya usaha pendukung lainnya seperti
jasa serta terserapnya angkatan kerja dalam jumlah besar.
Mengapa supply Chain China bisa efisien? Karena pertama, supply chain berada di
wilayah dimana potensi sumber daya tersedia melimpah. Antar wilayah dengan pusat
industri manufactur itu terhubung dengan infrastruktur ekonomi yang hebat,
sehingga dari segi logistik jadi sangat efisien. Inilah yang memungkinkan mereka bisa
delivery on time dengan harga murah. Mungkin model seperti ini yang sedang di
lakukan oleh Jokowi dengan membangun Daerah Ekonomi khusus sesuai pontesi
wilayah agar menjadi pusat supply chain dan memastikan terjadi koneksitas wilayah
agar logistik efisien. Kelak bila arus modal datang ke Indonesia untuk orang investasi
itu bukan karena di undang tapi memang by design indonesia memang menjadi
magnit menghasil bisnis yang bagus.
***
Lewat setahun bisnis maklone dilakoni aku berhasil meraih laba sebesar USD 20 juta.
Kalau tadinya karyawan hanya James namun kini sudah ada 40 orang bekerja. Aku
berniat untuk ekspansi. Dari teman yang kukenal dalam seminar di Shanghai, aku di
tawari peluang. Namanya Wenny. Lewat e-mail dia mangenalkan dengan seorang
pengusaha di Huangzho yang berencana menjadi supply chain dari Celuler device yang
pabriknya sedang berkembang hebat di Shenzhen. Orang itu menginginkan mitra yang
memungkinkan dia dapat kontrak dengan FxC. Aku segera terbang ke Shanghai. Di
Bandara aku di jemput Wenny. Sebagai tenaga analis di pusat riset investasi , aku
mendapatkan penjelasan dari Wenny tentang kehebatan Insinyur China di bidang
electro.
Aku baru tahu bahwa sebagian besar pengusaha dibidang hitect di china merupakan
alumni dari china Academic science yang tadinya mereka bekerja lebih banyak di
pemerintahan khususnya militer dalam riset persenjataan. Tapi seiiring berubahnya
china di bidang politik dan ekonomi, para insinyur itu terseret dalam arus kencang
perubahan itu. Nampaknya meraka tidak mau berdiam diri menanti peluang
kemakmuran dari para pedagang dan Pemerintah. Di era Dengxioping , ratusan ribu
dari mereka mengajukan pengunduran diri sebagai PNS dan terjun kedalam kancah
wirausaha. Mereka harus belajar bisnis dan mengenal medan kompetisi atau mereka
akan digilas oleh perubahan. Proses itu dilalui sambil mereka terus belajar
menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda dari sebelumnga ketika mereka
jadi PNS.
Dari Shanghai dengan menggunakan train , aku meluncur ke Hungzho bersama Wenny.
Di kantor temanya itu kami di terima dengan sangat ramah. Namanya Wang. Usianya
sebaya denganku. Nampak terpelajar dengan bahasa Inggris yang bagus. Betapa
terkejut aku , dari kantornya yang sederhana itu dia memimpin riset dan memproduksi
alat yang sangat fital untuk misi pesawat ulang alik dari NASA. Bukan itu saja, dia juga
memegang paten untuk beberapa peralatan elctro yang dipakai oleh Boeing.
Pabriknya menjadi supply chain untuk NASA dan Boeing. Omzetnya setahun diatas USD
100 juta.
" Begitu hebatnya bisnis Anda , mengapa Anda menawarkan kerjasama dengan saya?
Kataku ketika dia mengundang makan malam.
" Alasannya saya mengenal baik Wenny. Dialah yang merekomendasikan Anda untuk
bermitra dengan saya. Kedua, Business network Anda yang luas khususnya dengan
pengusaha Taiwan itu juga penting. Dan ketiga saya suka dengan Anda, Jaka"
" Tapi saya tidak begitu paham dunia electro dengan standar hitech. "
" Saya yakin Anda bisa belajar cepat. Engga sulit kok. Tekhnis nya itu urusan kami.
Sebaiknya Anda pelajari proposal bisnis kami dulu , setalah itu Anda kami tunggu untuk
membicarakan lebih jauh bagaimana kemitraan itu akan di jalankan." Katanya seraya
menyerahkan dokumen yang tidak begitu tebal. Aku berjanji akan mempelajarinya
dengan cepat.
Usai makan malam, aku kembali ke hotel bersama Wenny. " Terimakasih kamu sudah
rekomendasikan saya kepada mereka. Keliatannya mereka orang hebat. Mengapa
kamu rekomendasikan saya kepada mereka? Kataku kepada Wenny ketika dalam taksi.
" Walau kita bertemu baru dua kali namun dari komunikasi e-mail dan pembicaraan
lewar Skype aku tahu kamu orang baik dan punya visi hebat dalam bisnis. Entah
mengapa aku percaya. Boleh kan? " katanya
" Bagaimana dengan suami kamu? " Aku kawatir kedekatannya membantuku
menganggu hubungannya dengan suami.
" Saya sudah bercerai sejak setahun lalu. Saya hidup bersama Putra saya. Sekarang
dia masih sekolah dasar tingkat 8." Katanya yang sekarang baru aku tahu bahwa dia
single parent. Sesampai hotel , aku langsung ke kamar karena lelah sekali. Dan Wenny
juga ke kamarnya. Kami janji besok pagi ketemu di restaurant untuk breakfast. Usai
breakfast langsung check out. Saya menuju bandara untuk ke Shenzhen dan Wenny ke
stasiun kereta menuju shanghai. Aku berjanji akan keep in touch dengan Wenny. Juga
berjanji akan follow up peluang bisnis yang ditawarkan temannya.
***
Lewat sebulan setelah bisnis trip ke huangzou, aku di telp oleh relasi dari NY untuk
bertemu di Hong Kong. Dia Warga negara AS. Tadinya tahun 90an dia bertugas sebagai
penasehat ahli Pak Harto untuk urusan Pertamina. Aku kenal dia dengan dekat tapi
dia lebih menganggap aku sebagai anaknya. Usai tugasnya di Indonesia, dia kembali
ke AS. Belakangan aku dapat informasi dia dipercaya sebagai direktur DTC ( Deposit
TRUST Corporation ). Ya semacam perusahaan penyelenggara Clearing perdagangan
surat berharga ). Sejak dia kembali ke AS , aku tetap menjalin komunikasi dengannya.
Karena dia senang menjawab semua pertanyaanku seputar dunia keuangan. Berkat
dia pula aku berkesempatan ikut kursus financial engineering di world bank.
Jam 8 pagi aku sudah berada di stasiun lohou Shenzhen menuju Hongkong. Janji
dengannya jam 11 pagi. Aku mampir ke toko bebas bea untuk beli cigar kesukaannya.
Walau usianya hampir 70 tahun tapi dia tetap sehat dan tetap doyan cigar. Dia
menginap di hotel Conrad, central Hongkong. Aku kangen dia. Kangen kebersamaan
dulu menemaninya makan sate Pak Kumis di Blora. Benarlah, ketika aku masuk lobi
hotel dia sudah menanti didepan. Dengan wajah tersenyum hangat dia merentangkan
kedua tangannya siap menerima pelukan hangatku. Dia menuntunku ke Cafe yang ada
di hotel itu. Aku menyerahkan dua kotak cigar. Dia senang sambil memeluk hangat "
kamu anak yang berbakti dan tahu apa yang orang tua suka"
Dia bertanya tentang Indonesia dan juga menanyakan apa yang sedang aku kerjakan
di china. Tapi bagaimanapun dia senang membaca e-mail kisah tentang hijrah ku ke
china. Itu keputusan yang tepat, menurutnya.
" Saya ada rencana mau membangun pabrik untuk jadi mitra FxC sebagai supply chain.
Tapi prinsipal mereka di Taiwan tidak mempercayai saya atau tepatnya tidak
dipandang sebelah matapun. Teman saya di Hongkong bilang memang tidak mudah
bermitra dengan FxC. Tapi kalau mereka setuju mereka akan menjadi angel yang
hebat membina mitranya berkembang. Sudah hampir sebulan mendekati mereka.
Jangan kan meeting dengan boss mereka , untuk ketemu dengan level Menager saja
tidak bisa. Network saya di Taipei engga bisa bantu " kataku.
" Bagaimana kesiapan secara tekhnologi kamu ?
" Saya dapat dukungan dari mitra di huangzho yang qualified secara Tekhnlogi
bermitra dengan perusahaan sekelas Apple. Produk mereka sudah dipakai oleh NASA
dan juga Boeing"
" Jaka, satu satunya yang di segani perusahaan raksasa apa?
" Pemerintah "
" Salah. !
" Jadi siapa?
" konglomerat Venture capital.
" Oh ya. Tapi apalah saya?
" Eh, kamu itu anak saya. Tidak ada orang boleh sesukanya merendahkan putra saya.
Engga usah kawatir. Saya kenal orang yang bisa paksa boss FxC di Taiwan telp kamu
dan undang kamu makan malam. Saya akan atur itu" katanya sambil menepuk bahuku
dan melepaskan asap cigar ke udara.
***
Benarlah. Seminggu kemudian boss FxC melalui sekretarisnya mengundangku ke
Taipeh. Jam dan tanggal telah ditentukan untuk pertemuan itu. Itu artinya aku hanya
punya waktu mempersiapkan diri menjelang pertemuan itu selama 3 hari. Rencana
aku akan berangkat ke taipeh bersama direkturku. Tapi jadwalnya pada tanggal
tersebut ada di Spanyol untuk negosiasi bisnis dengan group mondial sebagai buyer
potensial garmen kami. Keesokannya dapat kabar bahwa pertemuan di percepat. Tapi
tempatnya di Bangkok. Karena sang boss FxC ada bisnis trip ke Bangkok. Aku
menghubungi Wenny untuk mendampingiku dalam meeting itu. Tentu aku tidak begitu
berharap banyak dia ada waktu. Mengingat dia terikat dengan jam kantornya. Tapi
Wenny langsung menyanggupi. Aku mengirim tiket dan uang untuk dia terbang ke
Hongkong bergabung denganku.
Agar lebih praktis , Aku dan Wenny menginap di hotel yang sama dengan boss FxC
dimana pertemuan itu akan berlangsung. Jam 7 malam aku di hubungi via telp untuk
datang ke kamar Panthouse sang boss. Dengan cepat aku melangkah ke lift utama ke
kamar panthouse. Kulirik Wenny didalam lift dan baru aku sadar dia memang cantik
dengan gaun malamnya. Tidak seperti sehari hari menggunakan blaser dan celana
panjang. Dia tersenyum kearahku. Mungkin dia merasa aku perhatikan.
" you look so beautiful" kataku tanpa bilang gaunnya indah. Dia merona wajah
" Thanks." Katanya menundukkan wajah. Wanita china engga suka dibilang cantik
karena pakaiannya. Sejauh ini Wenny sangat formal terhadap aku. Lebih terkesan rasa
hormat yang berlebihan. Dan aku menjaga sikap itu dengan baik.
Ketika pintu lift terbuka kami sudah dinanti oleh sekretaris perusahaan. Dengan ramah
dia menuntun kami keruang panthouse.
Ketika ada didalam ruangan , kami di persilahkan duduk di ruang tamu. Terdengar
dari ruang tidur sang boss sedang bicara melalui telp. Kami menunggu 15'menit, sang
boss sudah keluar dari kamar tidur menemui kami.
" Jaka ? Katanya ramah mendatangi ku untuk berjabat tangan " Ya Pak "
Dia memperkenalkan namanya dan juga staf yang mendampinginya. Aku juga
memperkenalkan Wenny sebagai temanku. Pertemuan itu cukup singkat. Hanya 10
menit. Sekedar bicara kosong dan lebih banyak menceritakan kesibukannya untuk
memperluas pasar Produknya di ASEAN. Aku hanya menjadi pendengar yang baik.
Namun ketika hendak keluar ruangan panthouse nya dia berbisik " Jaka, segera ajukan
proposal anda. Kami siap mendukung Anda menjadi bagian dari keluarga FxC."
Saya terkejut dan akhirnya haru ketika dia menyalamiku dengan hangat sambil
menepuk bahuku " Anda masih muda. Masa depan anda masih panjang. " katanya.
" Tanpa dukungan Anda saya bukan siapa siapa" kataku sambil setengah
membungkukkan tubuh. Dia mengangguk dengan senyum berwibawa
***
Dengan adanya dukungan dari FXC maka aku dapat menegaskan siap bekerja sama
dengan temannya Wenny di huangzou. Untuk itu aku akan ajukan proposal bisnis
kepada dia. Untuk memperajam konsep kemitraan tersebut aku meminta consultant
global strategy Business memberikan second opinion mengenai SWOT bisnis bermitra
dengan FxC dan juga bisnis electro. Itulah yang ada dalam pikiranku dalam
penerbangan ke Hongkong dari Bangkok.
" Mungkin bulan depan aku pindah ke Hongkong" kata Wenny
" mengapa tidak lagi di Shanghai ?
" Dapat kerjaan lebih baik. "
" Oh ya selamat. Dimana kerjanya?
Wenny menyebut nama perusahaan tempat dia akan memulai karir di Hongkong. Itu
perusahaan investasi dari Jepang.
" Mungkin bulan depan juga saya akan mendirikan perusahaan di Hongkong. Karena
untuk follow up bisnis suply chain akan lebih baik menggunakan perusahaan terdaftar
di Hongkong."
" Kalau kamu butuh bantuan, jangan sungkan telp aku ya, Jaka. "
" Tentu. Terimakasih"
Wenny tersenyum. " aku tak ingin kamu kecewa berbisnis dengan Wang."
" Tenang saja. Kita akan lewati ini bersama sama"
***
Consultant global strategy telah menyerahkan laporan second opinionya kepadaku. Isi
laporan lengkap tentang Business electronic khususnya IT dan prospek Business device
selularnya. Seharian aku pelajari dan melakukan Desk research sekedar memverifikasi
informasi yang terdapat dalam laporan itu. Menjelang dini hari aku terhenyak.
Ternyata bisnis ini kekuatannya ada pada bahan mineral chip yang merupakan
pengantar arus tercepat dibandingkan Mineral lainnya yang ada di bumi. Dan saat ini
satu satunya bahan Mineral itu tersedia di China. Jadi baik Eropa, AS, Jepang juga
negara lain amat tergantung bahan baku Mineral dari china. Kalau china embargo
maka tak akan ada device selular seperti sekarang yang super tipis dan kecil.
Tapi mengapa China tidak bisa mengembangkan sendiri mikro chip dan OS nya. Apakah
insinyur china kurang hebat dibandingkan insinyur negara lain. Lantas mengapa Wang
minta aku sebagai mitra untuk membujuk diktator Tekhnlogi Selular semacam FxC.
Belum lagi ada pertanyaan besar , mengapa China belum menguasai tekhnologi LCD
sebagai perangkat terpenting dalam selular device dengan teknologi spektakuler layar
sentuh ? Ada apa? Kalau china berhasil menguasai Tekhnlogi ini apakah mereka berniat
menguasai pasar Tekhnlogi IT dan device berskala dunia? Bayangkan ap yang akan
terjadi bila china kuasai dari hulu sampai hilir dalam bisnis ini? Mungkin mereka akan
jadi real diktator tekhnologi IT. Sepertinya ada agenda tersembunyi dibalik rencana
kemitraan ini. Dari laporan itu aku tahu bahwa investasi untuk peralatan proses
produksi sangat mahal karana membutuhkan tingkat presisi tinggi.
Kepalaku penuh dengan pertanyaan yang sulit terjawab.Soal Tekhnlogi, dana
investasi, dan pasar. Apakah FxC mau begitu saja menyerahkan suply chain Vital
kepada mitranya? Apakah Jepang akan bersedia menyerahkan Tekhnlogi LCD untuk
mendukung kemitraan dengan FxC. Maklum Jepang bersedia memberikan Tekhnlogi
kepada Taiwan karena tekanan AS. Tapi china? Tentu tidak mudah. Yang jelas dengan
menguasai persoalan sekitar investasi ini aku tahu langkah apa yang harus aku susun
dan lakukan sebagai cara agar posisi ku aman. Aku mulai melakukan simulasi dengan
segala kemungkinan. Sampai menjelang subuh Aku akhiri dengan sholat malam dan
tafakur sampai subuh datang.
***
Aku rapat dengan direkturku di Shenzhen. Aku jelaskan rencana ekspansi bisnis di
bidang electro. Aku minta dia tetap focus kembangkan bisnis perusahaan yang telah
berjalan. Rencananya untuk membangun pabrik tekstil denim dan pabrik garmen
kerjasama dengan Armany , aku setujui. Aku beri dia kebebasan untuk mengambil
keputusan yang dianggap perlu. Juga rencana ekspansi ke pabrik kertas berbahan
ampas singkong dan jagung juga aku setujui. Aku akan focus menyelesaikan rencana
besar membangun industri dasar pendukung industri selular. Dan aku tegaskan tidak
akan menggunakan dana Perusahaan untuk ekspansi ini. Dia senang. Dan akan selalu
setia mendukung semua Obsesiku. Karana memang aku tidak pernah mengambil
deviden dari keuntungan perusahaan. Semua di investasikan lagi ke dalam
perusahaan.
" Anda bukan orang china tapi Anda lebih nasionalis dibandingkan orang china sendiri
“ katanya sambil tersenyum.
" Bukan soal nasionalis. Tapi saya hanya mengikuti ajaran agama saya. Bahwa bumi
ini milik Tuhan. Dimanapun kita berada kita harus pastikan memberikan manfaat bagi
orang banyak dan ikut bertanggung jawab memeriahkan bumi dengan cinta dan
pengabdian.
"
" Wow... luar biasa. Cara bersikap sederhana tapi tidak mudah"
***
Aku berencana menghubungi Agent untuk menyelesaikan urusan pendirian perusahaan
di Hongkong. Dan juga sekalian membuka rekening atas nama perusahaan.
Sebelumnya aku diskusi dengan direkturku bahwa aku butuh mitra yang qualified
menjalankan bisnis yang pasti ada kaitan erat dengan Pemerintah. Dia mengusulkan
seseorang yang dia kenal baik. Tadinya orang itu adalah perwira menengah di
Hongkong. Namun mengundurkan diri untuk terjun dalam bisnis international Debt
collector. Dia punya koneksi luas dikalangan militer dan Polisi di China. Juga
background pendidikannya dibidang hukum intenational dan lulusan Cambridge
university tentu sangat mumpuni dalam membantu perundingan international dan
berbicara dengan top level pejabat china.Aku tertarik dan minta agar diatur bertemu
dengan orang yang dimaksud.
Ketika bertemu makan malam, orang yang dimaksud direkturku itu memang tak
nampak terkesan dia berlatar belakang militer. Tepatnya banker. Walau usianya
diatasku namun penampilannya nampak muda. Dia memperkenalkan namanya Tong.
Aku berusaha berbicara yang mungkin membuat dia menarik. Ternyata dia suka bicara
soal kejahatan perbankan dan diktator financial yang dilakukan oleh segelintir orang.
Kami larut dalam diskusi menarik.
" Saya dengar dari James, Anda butuh mitra untuk perusahaan yang akan Anda dirikan"
" Tepat"
" Saya senang sekali bergabung dengan Anda. Karana saya lihat keadaan James
berkembang hebat setalah bermitra dengan Anda. Tapi saya tidak ada uang. "
" Saya tidak minta Anda invest uang. Saya butuh reputasi dan pengalaman Anda. "
" Oh Terimakasih. Suatu kehormatan kalau begitu. Saya akan bayar kehormatan itu
dengan kerja keras untuk Anda"
" Bukan saya tapi Perusahan kita. Kita, bukan saya" kataku tegas. Dia tersenyum.
Setelah itu saya minta direkturku yang dari awal bermitra denganku untuk ikut sebagai
pendiri Perusahan yang akan dibentuk khusus membangun proyek kemitraan dengan
FxC. Jadi ada 3 pemegang saham. Aku menguasai 80%. Selanjutnya proses pendirian
perusahaan dilakukan. Tak lebih seminggu pendirian perusahaan telah selesai. Aku
siap beroperasi.
Untuk sementara setiap hari hanya aku dan Tong yang mengoperasikan perusahaan.
Aku butuh sekretaris yang akan membantuku mengurusi segala hal di kantor ya
merangkap office Manager. Wenny sudah mulai bekerja di Hongkong. Dia membantu
mendapatkan sekretaris. Wanita kelahiran korea namun ibunya dari China. Fasih
bahasa Inggris, korea, Rusia dan juga Indonesia. Karana dia pernah bekerja di travel
biro di Bali sebagai perwakilan dari kantornya di Seoul. Nama panggilannya Lena Kim.
Aku perlu modal awal sedikitnya USD 500,000 untuk memulai impian besar ini. James
mengambil surplus laba dari perusahaan yang sudah di jalan di Shenzhen. Untuk
Investasi akan aku dapatkan dari financial resource melalui venture capital atau
darimana saja. Aku yakin, akan selalu ada financial resource selagi proyek ini layak
dibiayai.
Rapat pertama di kantor yang kami sewa di kawasan wanchai. Aku menjelaskan
strategi bisnis. Cara mendapatkan kontrak dengan FxC dan kemudian negosiasi dengan
Perusahaan Wang.
" Mengapa kita tidak libatkan Wang dari awal? Kata Tong.
" Saya tidak mau kita hanya kesannya sebagai mediator dari Wang. Kita harus dapatkan
posisi terlebih dahulu di FxC."
" Caranya?
" FxC punya SOP untuk menjadi mitra mereka dan ini bukan soal teknologi yang kita
punya tapi lebih kepada alasan strategis. Soal teknologi mereka lebih jago"
" Apa alasan strategis sehingga mereka mau bermitra dengan kita"
" Bahan baku lempenga. Hanya china yang punya bahan baku"
" Jadi? Kata Tong.
" Tugas Anda cari tahu siapa pejabat china yang punya otoritas atas kebijakan ekspor
Mineral itu. Yakinkan kepada dia bahwa China harus punya kebijakan pengolahan
bahan jadi atas mineral itu. "
" Saya tidak punya pengetahuan meyakinkan mereka" kata Tong.
" ini ada dokumen yang harus anda pelajari" kataku seraya menyerahkan proposal
mengenai posisi strategis china sebagai penghasil mineral.
Rapat selesai. Masing masing kami sudah paham apa yang harus dikerjakan.
***
Banyak hal yang harus aku ketahui secara pribadi tentang Wang. Siapa yang paling
tahu tentang Wang? Tentu Wenny. Ya aku harus bicara dengan dia untuk mengetahui
tentng Wang dan juga ingin tahu sikap mental pengusaha China pada umumnya.
Karenanya aku mengundang Wenny makan malam. Lena memesan table di restaurant
di Time Square. Ini restaurant Chiness. Aku datang ke restaurant masih dengan
pakaian kantor, suite dress. Tadinya aku hendak menjemput Wenny di kantornya di
kawasan Financal Center tapi dia minta tidak perlu di jemput. Dia akan datang tepat
waktu. Benarlah hanya kurang lima menit dari wkatu yang ditentukan dia sudah
datang dengan pakain sama seperti orang kantoran. Sederhana namun formal.
“ Gimana Lena kerjanya ? Katanya.
“ Bagus.”
“ Berapa kamu gaji dia ?
“ Aku tawarkan gaji pertama HKD 18,000. Tidak termasuk tunjangan apartement dan
asuransi. Besar uang lembur sesuai ketentuan Hong Kong. Ya take home pay nya HKD
23,000. “
“ Ya standar itu.”
“ Nanti kalua prestasinya bagus aku janjikan bonus “
“ Tentu dia senang “
“ Ya. Keliatan passion nya tinggi sekali. “
“ Bagaimana kamu tahu? Dia kan baru sehari kerja?
“ Dari matanya dan tadi aku baca minute meeting yang dibuatnya , bagus dan
terstruktur sekali. Ini restaurant dia yang booking. “
“ Ya. Seperti dugaan ku, dia memang hebat.”
“ Dari mana kamu kenal dia ?
“ Aku kenal dia waktu mengajak relasi kantor ke private KTV. “
“ Dan dia kerja di sana?
“ Ya sebagai Pramuria ?
“ Hah…pramuria?
“ Ya setelah di PHK kerja di Seoul dia hijrah ke Hong Kong. Dan sebelum dapat kerjaan
dia terpaksa kerja sebagai pramuria. Karena itu dia minta tolong aku carikan kerjaan”
“ Oh. Pantas dia cantik dan ramah”
“ Ya.”
Menu yang kami pesan datang. Aku mempersilahkan Wenny untuk mulai makan. Kami
meneruskan pembicaraa sekitar Wang. Dia mengenal Wang sudah cukup lama.
Kebetulan mereka satu kampong. “ Tadinya Wang bekerja sebagai engineer di
perusahaan German tapi itu hanya 5 tahun di lakoninya. Kemudian dia berhenti dan
bersama teman satu kampusnya mendirikan perusahaan bergerak dibidang Design
Electro. Setelah 15 tahun bekembang pesat sampai seperti sekarang.”
“ Masalah aku sekarang adalah bagaimana mengajukan proposal ke FxC. “
“ Masalahnya apa ?
“Maklum ini bisnis. Deal dengan FxC bukanlah coba coba. Aku menggunakan semua
resource untuk bisa bermitra. Kalau aku menggunakan perusahaan Wang, posisi aku
akan lemah. Tapi kalau menggunakan perusahaanku , aku tidak punya record sebagai
pemain dibidang electro.”
“ Mau kamu apa , Jaka ?
“ Kamu ada usul ?
“ Sebaiknya kamu bicara dengan Wang. Sampaikan masalah kamu ke dia. “
“ Tapi aku sungkan. Karena aku tidak punya bukti yang bisa menggugahnya bahwa aku
punya reputasi untuk deal dengan FxC”
“ Jadi kamu perlu aku menyampaikannya. Karena aku saksi yang tahu pasti siapa
kamu?
“ Bantulah aku. “
“ Tentu. Hari Sabtu aku terbang ke Huangzo. Aku akan bicarakan masalah kamu.”
“ Terimakasih”
‘ Ada lagi ?
“Engga ada “
“OK. Mengapa kamu undang aku makan semewah ini?
“ Emangnya mewah ?
“ Untuk ukuran kamu mungkin engga. Tapi bagiku sangat mewah. Jaka, kita sehabat.
Aku tahu kamu sedang merintis bisnis. Berhemat juga engga salah.”
Dihadapanku ada wanita seperti istriku. Yang tak ingin aku boros. Yang tak ragu
mengkritikku kalau dianggap kurang tepat. Tak ada kesan manja dan focus bagaimana
melakukan yang terbaik untukku. Berusaha mengerti aku.
“ Lain kali kalau mau makan malam. Di apartementku saja. Aku bisa masak kok.
Mungkin lebih enak dari restaurant.”
“ Ya ya. “ Kataku mengangguk.
Usai makan malam , kami berjalan kaki ke Bar yang ada di sebelah Time Square. Ini
Bar kecil namun suasananya nyaman dan pengunjung sebagian besar orang Hong Kong.
Wenny lebih banyak mendengar obsesiku. Kadang dia tersenyum sambil meluruskan
sikapku yang dianggapnya kurang tepat. Walau usiaku 40 dan dan dia 32 tahun namun
cara dia bersikap jauh lebih matang dariku. Entahlah. Apakah begini budaya wanita
china yang cepat sekali dewasa dibandingkan pria?. Atau mungkin wanita China secara
budaya di tempatkan sebagai cahaya rumah tangga, yang menjadi panutan bagi seisi
rumah memahami tentang cinta dan kasih sayang. Aku tidak tahu pasti tapi itulah
pandanganku terhadap Wenny.
“ Bagaimana pandanganmu tentang kewirausahaan di china ? kataku.
“ KIni sebagian besar wirausaha di China adalah kelompok muda. Ya kaum muda tak
bisa dihentikan dari gejolak kemudaannya. Mereka adalah bagian dari proses zaman.
Mengingkari keinginan kaum muda akan pengingkari proses zaman itu sendiri. Itulah
yang mungkin menjadi dasar kebijakan Jiang Zemin untuk belajar dari peristiwa
berdarah di lapangan Tiananmen di era Deng. Jiang Zemin menggunakan semangat
kaum muda yang ingin bebas tersebut kedalam putaran kencang angin kebebasan
dibidang ekonomi. Para intelektual kaum muda digiring lewat strategi nasional
pemerintah untuk membangun lewat kewirausahaan. Kini terbukti sudah bahwa para
kaum muda itu telah memimpin perubahan drastis bagi lahirnyakelompok menengah
yang kuat di China. Mereka antusias dalam perubahan ekonomi dan tak ingin lagi
sibuk dengan perubahan politik.
Sebagaimana Wang semangat wirausaha lahir dari kampus terbaik dengan mahasiswa
terbaik. Mereka sadar sebagai elite terbaik china yang harus memberikan sumbangan
berarti kepada negara dan bukan menjadi beban negara. Mereka hadir mengisi
kekosongan produksi dari sistem negara komunis.
“ Apa ciri ciri pengusaha China , menurut kamu sebagai periset dan analis ?
“ Kerendahan hati, kesabaran, kemauan untuk belajar, dan komitmen total untuk
bisnis. Hal ini berbeda jauh dengan gaya pengusaha Barat yang doyan dipuja lewat
publikasi dan arogan. Wirausaha china senang mengambil resiko dengan segala
keterbatasan modal dan tekhnologi untuk berbuat sesuatu. Mereka telah menjadi
komunitas yang rakus terhadap peluang usaha dalam system berkompetisi. Suasana
bersaing itu dijaga oleh pemerintah agar setiap orang mempunyai peluang yang sama
untuk berkembang sebagai asset bangsa. Mereka bersaing secara keras, tapi tidak
seperti usahawan Barat yang suka membunuh kompetitor. Kapitalisme mereka
adalah ”kontruksi kreatif yang tetap berdiri dibuminya tanpa menumpuk uangnya di
luar negeri walau mereka belajar banyak dari dunia luar. Mereka sadar
bahwa keberhasilan mereka akan berperan besar melakukan perubahan untuk
meningkatkan kesejahteraan bangsanya. “
“ Apakah mereka berani kritis terhadap pemerintah ?
“Beberapa dari mereka dulunya termasuk Mahasiswa pejuang kebebasan Tiananmen
Square sebagai demonstran. Tentu sifat kritis mereka tidak bisa di bunuh. Mereka
mengejek birokrasi pemerintah, korupsi, dan kleptokrasi. Tapi masalalu jadi
pelajaran. Mereka telah belajar untuk berjuang demi perubahan yang lebih konkrit
lewat wirausaha dan bukan politik. Menurut satu survei, 78 persen beberapa
pengusaha telah bergabung dengan Partai Komunis; Tak dapat dibayangkan ini
terjadi di Barat atau Amerika. Wirausaha China hadir dalam pentas politik bukan
untuk mengejar kekuasaan tapi untuk sesuatu yang dulu mereka perjuangkan :
memerangi kemiskinan. Kalau cara komunis efektif untuk melakukan perubahan
mengapa mereka harus mengikuti cara lain.
Kebijakan negara yang pro pertumbuhan sektor riel tak lain karena dukungan elite
china yang sebagian besar dimotori oleh wirausahawan. Pemerintah pusat dan
Daerah memberikan banyak dukungan bagi para pengusaha dengan menyediakan
industri hulu yang efisien, infrastruktur ekonomi yang kuat dan menyebar. Dari itu
semua peluang terbuka untuk terus lahirnya new comer Entrepreneur seiring
semakin besarnya dukungan perbankan bagi mereka. Namun yang patut dicatat
bahwa para usahawan China telah mampu mengambl sebagian besar tanggung jawab
negara untuk menjamin kesehatan para pekerjanya dan memberikan jaminan
pensiun diatas rata yang negara bisa berikan. Usahawan China juga berperan penuh
dalam program pemerintah mengurangi dampak polusi dan pencemaran udara.
Kesediaan mereka merelokasi industrinya kedaerah yang tidak padat penghuni
adalah bentuk kesadaran Entrepreneur intelektual. Bukan usahawan yang hanya
mengejar rente.”
“ Apa saja dukungan konkrit pemerintah kepada pengusahanya ?
“ Pengusaha Cina membutuhkan sumber daya alam untuk membangun bisnis mereka,
tetapi pemerintah memperoleh bahan-bahan yang vital untuk pertumbuhan ekonomi
dari negara-negara lain, bukannya menguras sumber daya alamnya sendiri. Kami
sadar pembangunan harus berlanjut dari generasi ke generasi. Berhemat atas SDA
juga harus jadi concern. Ekspor Cina ke Amerika Serikat menghasilkan dolar,
digunakan oleh China untuk membeli komoditas dari negara-negara lain. China telah
menjadi fenomena perdagangan komoditas global. Harga bergerak naik karena china
yang terus belanja demi menopang mesin pabriknya yang rakus komoditi
bahan baku. China bukan hanya membeli bahan baku tapi juga aktif membeli
perusahaan yang memiliki sumber daya minyak dan gas alam dinegara lain. Negara
ingin memastikan bahwa para pengusaha Cina tidak akan kekurangan bahan baku
yang mereka butuhkan untuk bersaing secara global”
Aku termenung. Penjelasan Wenny memberikan hikmah bagiku. Apa yang dapat
dipetik dari kemajuan China ? Pertama adalah enterpreneur tumbuh by design oleh
negara atau tidak tumbuh secara natural. Entrepreneur tidak dibiarkan tumbuh liar
yang akhirnya membuat Negara tak punya akses untuk mengendalikan demi
tercapainya strategi pembangunan nasional bagi semua orang. Kedua, menanamkan
hakikat wirausaha yang bukan mengejar peningkatan harta pribadi semata tapi lebih
daripada itu sebagai alat Negara untuk melahirkan keadilan dibidang ekonomi
kepada stakeholder. Atau disebut dengan entrepreneurship vision, membela
kepentingan Karyawan dengan terus meningkatkan kesejahteraannya, Membina
supplier untuk ikut bersama sama berkembang, taat bayar pajak kepada pemerintah
agar distribusi keadilan lebih terjamin serta menempatkan pelanggan diatas segala
galanya dengan menghadirkan barang yang berkualitas dan murah.
***
“ Jaka, sebaiknya kamu temui Wang. “ Kata Wenny via telp setelah kembali dari
Huangzou. “ Dia ada tawaran menarik untuk kamu.”
“ Kira kira apa ?
“ Saya tidak tahu. Tapi dia senang sekali saya ceritakan bahwa kamu dan saya telah
bertemu dengan Chairman FxC. Bahkan sang boss ingin menjadikan kamu bagian dari
keluarga besar mereka. Ayooo temuilah Wang. “
“ Apakah perlu kita pergi sama sama ke Huangzho ketemu Wang”
“ Dia ingin ke Hong Kong kalau kamu siap bertemu dia.”
“ Oh ya. “
“ Ya. Tapi sebaiknya kamu dan dia perlu bicara tanpa kehadiran aku. Itu lebih baik,
Jaka”
“ Baiklah. Apakah perlu saya telp dia?
“ Ya Telp lah..”
Aku segera menghubungi Wang untuk bisa bertemu. Dia pastikan besok siang sudah di
Hong Kong.
***
Ketika aku menjemput Wang di Bandara, dia datang bersama istrinya. Aku mendapat
kesan bahwa kedatangannya lebih untuk melakukan pendekatan secara pribadi
kepadaku. Karena bagi orang China kalau sampai memperkenalkan istri dengan relasi
itu artinya dia membuka diri sebagai saudara, bukan hanya sekedar sahabat dalam
bisnis. Aku mengirim SMS ke Wenny untuk minta pendapat apa yang harus aku lakukan
dengan sikap Wang. Wenny akan siapkan makan malam di apartament. Menurtunya
cara itu lebih sopan bagi orang China. Bahkan sangat special perhatian yang kita
berikan. Jadi aku tidak perlu ajak Wang makan malam di restaurant. Sesampai di
Hotel aku persilahkan Wang untuk istirahat barang sejenak. Jam 7 akan aku jemput
di hotel untuk makan malam. Dia terseyum begitupula istrinya.
Jam 7 aku sudah ada di hotel menjemput Wang bersama istrinya. Kami menuju
apartement Wenny di kawasan Kowloon. Suasana makan malam terasa santai. Namun
semakin mendekat hati satu sama lain. Usai makan malam, aku mengundang Wang
untuk datang kekantor besok pagi. Dia tersenyum dan dengan nada senang akan
datang memenuhi undanganku. Dia tahu bahwa ada yang harus aku bicarakan soal
bisnis. Benarlah keesokan paginya dia sudah datang kekantorku seorang diri. Aku
mengajaknya ke ruang meeting. Aku didampingi oleh Tong.
“ Menindak lanjuti proposal anda beberapa bulan lalu. Saya ingin kita masuk kesoak
teknis agar recana kerjasama kita dapat di realisasikan.”
“ Apa yang anda usulkan , Jaka”
“ Apakah mungkin saya masuk sebagai pemegang saham di perusahaan anda sebelum
saya mengajukan kerjasama dengan FxC. “
“ Maksud anda ? Nampaknya Wang belum paham arah mengapa aku inginkan posisi di
perusahaannya sebelum beraksi ke FxC.
“ Untuk anda ketahui bahwa kesediaan FxC menjadikan saya mitra berkat
rekomendasi seseorang yang tentu saya harus jaga reputasinya agar jangan sampai
rencana ini membuat reputasinya rusak. Kalau posisi saya sebagai pemegang saham
dan juga direktur tentu secara hokum tangung jawab saya jelas dan akan lebih
memudahkan saya deal dengan FxC. “
“ Saya mengerti. Saya sangat senang kalau anda bergabung dalam perusahaan kami.”
“ Bukan saya tapi perusahaan saya yang akan bertindak sebagai pemegang saham di
perusahaan anda. Saya akan mewakili perusahaan saya sebagai direktur di perusahaan
anda. Terserah berapa persen saham akan kami dapat”
“ Bagaimana kalau 20%?
“ Setuju. Berapa harga yang anda minta ?
“ Silahkan hitung asset perusahaan saya yang ada sekarang dan itulah nilai yang harus
anda bayar. Soal value engga usaha dihitung. Toh anda masukpun dengan value hebat
bagi masa depan perusahaan saya.” Kata wang sambil berjanji akan menyerahkan
neraca terakhir perusahaannya untuk aku nilai berapa yang harus aku setor.
“ Tapi aku akan bayar lunas setelah ada kepastian kemitraan dengan FxC, Untk
sementara kita cukup tanda tangani pre-purchase agreement. Apakah anda setuju ?
“ Setuju. “
“ Harga saham ditentukan pada saaat pre-purchase agreement di tanda tangani.
Berdasarkan pre-purchase agreement itu saya sudah mendapat posisi sebagai direktur
atas dasar RUPS.
“ Engga ada masalah”
“ Terimakasih Wang. Saya berharap minggu ini soal tekhnis dan legal masalah
kemitraan kita sudah rampung. Selanjutnya saya akan kerja keras mendapatkan
kontrak FXc untuk kita. “ Kataku.
Aku menjelaskan outline bagaimana proposal harus di ajukan kepada FxC dan
berharap agar team Wang bisa menyusun proposal dengan baik. Juga di lengkapi
dengan daftar team ahli yang dimiliki oleh Perusahaan serta pengalaman yang ada.
Wang berjanji akan menyelesaikan proposal itu paling lambat satu hari. Itulah cara
kerja Cina, selalu cepat dan serius.
Usai rapat , aku membawa Wang makan siang di Restaurat dekat kantor. Kami makan
siang dengan sederhana dan Wang sangat menikmatinya. Usai makan siang, aku
mengantar Wang ke Hotel.
***
“ Jaka, gimana meeting dengan Wang ? terdengar suara Wenny diseberang via telp.
“ Bagus sekali. Dia setuju dengan rencanaku.. Rencana besok kita akan tanda tangani
pre-purchase agreement dan setelah itu resmilah saya sebagai bagian dari perusahaan
Wang. “
“ Selamat ya Jaka. Semoga kerjasamanya berlangsung baik dan saling
menguntungkan.”
“ Ya semoga. “
“ Aku berencana minggu depan ke Taipeh dan Tokiyo. Ke Taipeh bertemu dengan
Managing Director FxC untk sampaikan proposal kemitraan sebagai supply chain dan
Tokyo ketemu dengan teman yang punya industry LCD. “
“ Hati hati ya. Jaga kesehatan kamu.”
“ Ya. Aku ajak Lena dampingi aku”
“ Bagus. “
Setelah telephone terputus aku teringat Ester. Apakah sudah saatnya kini aku
menghubungi Ester. Mengingat sudah lebih setahun aku tidak ada komunikasi dengan
dia. Padahal email dari dia kuterima sedikitnya 3 kali seminggu dan terus datang
sampai kini. Seakan dia tidak pernah menyerah untuk mengetahui keadaanku. Dia
tidak bisa kontak aku karena nomor telp setelah aku bangkrut aku ganti dengan nomor
baru. Juga kontak via MSN sudah aku off. Tentu dia tidak bisa menghubungi aku. Tapi
nomor telp Ester masih ada denganku. Kantornya pun hanya satu blok dari kantorku.
Jadi tidak sulit bagiku untuk ketemu dia.
Akhirnya entah mengapa aku putuskan untuk menemuina di apartement setelah
makan malam dengan relasi Tong dari China Di loby apartement Ester aku tekan
tombol kamar apartementnya. Tak berapa lama nampak di monitor wajah Ester. “
Jaka “ terdengar suara keras dari speaker
“ Saya kebawah temui kamu “ Serunya.
Hanya selang beberapa menit dia sudah hadir dihadapanku. Lama dia memandangku,
dan sekonyong konyong dia melepaskan pukulan kearah dadaku “ Kamu jahat. Jahat
sekali. Apa salah saya? Mengapa kamu menghilang dari saya ? “ katanya dengan air
mata berlinang. Aku memeluknya untuk menenangkannya.
“ Saya dapat kabar dari Budiman bahwa kamu bangkrut karena gagal mendapatkan
pinjaman untuk keluar dari masalah. Saya tahu saya gagal membantu kamu dan kamu
tidak tahu kan bagaimana perasaan saya ketika itu. Berkali kali saya telp kamu, semua
kontak tidak bisa di hubungi. Email saya kirim dan berharap kamu menjawab bahwa
kamu baik baik saja. Tapi kamu tidak pernah balas. Apa salah saya, Jaka, Bukankah
kita bersahabat? Katanya dengan sesenggukan.
“ Saya tahu kamu akan mengerti mengapa saya tidak bisa menghubungi kamu. Dan
saya tahu bahwa kamu akan selalu menanti saya. Namun memang tidak mudah
menjelaskan sikap kita khususnya terhadap sahabat kita. Saya tahu betul pribadi kamu
dan kamu tidak sekuat yang kamu bayangkan kalau sudah menyangkut keadaan saya.
Tapi sudahlah , saya baik baik saja. “
Aku mengajaknya nongkrong di café langganan kami.
" Aku ganti pakaian dulu ya." katanya. Baru aku sadar dia hanya menggunakan kaus
sebatas lutut tanpa Bra. Ester segera kembali ke apartementnya dan aku tunggu di
loby.
***
“ Aku lelah sekali. Tadi siang aku rapat dengan relasi sampai sore. Dan malamnya
aku harus ajak pejabat China makan malam.” Kataku ketika sampai di cafe
langgaanan kami. “ Mujito sedikit vodca ya “ tanyanya mengingatkan minuman
kesukaanku.
“ Green tea aja “ jawabku singkat.
Dia bersegera memanggil pelayan untuk memesan green tea untukku dan Long
beach ice tea untuk dia.
Aku hanya diam. Dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan itu adalah buku. Dia
membaca tanpa meliat kearahku. Namun aku yakin bahwa setiap sebentar dia
meliriku. Benarlah, dia lepasnya kacamata dan berkata :
“ Kamu tahu Jaka, setiap hari aku memikirkan kamu.Aku terus berusaha telp walau
aku tahu telp itu sudah tidak aktif. Ada apa ?
“ Maafkan saya” jawabku singkat tapi berusaha tersenyum. Karena aku tahu itu
memang salah. Tentu dia kecewa.
“ Aku tahu. Sudah sifat kamu menghadapi sendiri masalah tanpa mengeluh, tanpa
menyalahkan siapapun dan terkesan tertutup kalau ada masalah..” Itulah dia yang
mengenalku dengan hatinya. Dia tidak butuh kata kataku. Dia tahu sikapku dan tahu
apa yang harus diperbuatnya. Kehadiranku dalam keadaan baik dan tegar itu sudah
cukup baginya.
‘ Jaka, ini buku bagus sekali “ katanya dengan mata berbinar. Lagi lagi mencoba
untuk membawaku larut bersamanya, dimalam ini.
Aku memandang kearahnya. Dia tersenyum. “ Boleh aku bacakan sedikit. Aku baca
yang menarik saja ya. Boleh “ Matanya memancar harap tanpa menghilangkan
senyum manisnya.
Aku hanya tersenyum tanpa ada minat untuk mendengar cerita buku itu..
“ Aku bacakan ya..”
Aku tak peduli.
“ Dengarin, ya” Katanya sambil mengenakan kacamata bacanya. “ Ketika musim
dingin datang, saljupun turun. Bumi ditaburi oleh kelembutan butir salju. Bumi ingin
diam sementara. Tak ingin bumi tanahnya ditanami pangan. Tak ingin bumi dikeruk
untuk diambil isinya. Burung pergi kebenua lain. Yang ada kesunyian dan juga
keindahan. “ Dia terhenti membaca sambil melirik kearahku. Mata sipitnya nampak
bergerak gerak seakan meminta tanggapanku.
Aku tak peduli..
“ Wei, hanyalah pria biasa saja. Namun baginya musim dingin punya makna lain. Ini
bukan soal kesunyian dan keindahan atau apalah. Ini hanya cara tuhan meminta
manusia berhenti barang sejenak. Ya sejenak. Bumi butuh istirahat. Manusia juga
butuh istirahat. Biarlah salju turun dengan dingin menusuk. Biarlah burung pergi
membawa siulannya. Biarlah dedaunan tertidur dalam mimpinya. Biarlah. Wei,
menimati itu semua. Karena begitulah Tuhan merancang dan kemudian berbuat
untuk sepatah cinta bagi semua ciptaannya. “
Kembali dia melirik kearahku. Dia tesenyum dan mengangguk ngangguk sambil
membuka lembaran halaman buku itu.
Aku tak peduli..
“ Wei, hanya ingin melewati musim ini sebagaimana musim dingin yang lalu. Dia
percaya bahwa hanya soal waktu, musim ini akan berganti dan musim semipun akan
datang. Dan juga itupun tak pernah dia nanti. Biarlah musim semi membangunkan
bunga dari tidurnya. Biarlah musim semi mengundang burung untuk bersiul. Baginya
musim hanyalah rutinitas titah Tuhan. Untuk menunjukan kebesarannya. Selalu ada
hikmat dibali musim. Itulah cara Tuhan berdialogh kepada semua manusia. “
Aku terpanggil untuk menatapnya. Dia senang.
“ Ada apa ? Kamu suka ceritanya ?
“ Siapa itu Wei ?
Dia menatapku dengan pancaran mata indahnya.
“ Wei hanya pria biasa saja. Tidak ada yang istimewa dari Wei...
“ lantas apa menariknya buku itu ? Apa menariknya kisah itu. “ Kataku sambil
menggelengkan kepala.
“ Wei menanti keajaiban dari Tuhan. 10 tahun istrinya sakit lumpuh. Sepuluh tahun
dia merawat istrinya siang dan malam. Sepuluh tahun dia berharap agar Tuhan
menyembuhkan istrinya. “
“ Oh....” Aku tersentak seketika. "Mengapa dia bisa bertahan seperti itu. “ tanyaku
Dia tidak menjawab seketika. Dia membalik balik halaman buku itu. “ Inilah
sebabnya “ Katanya sambil melirikku dengan senyumnya “ Wei bekata...Ada ratusan
juta wanita di China dan mungkin miliaran wanita diciptakan oleh Allah di bumi ini.
Tapi ketika Allah memberiku wanita sebagai istri maka itulah yang terbaik bagiku
dari sekian miliar wanita dibumi ini. Tuhan tahu mengapa istriku harus sakit lumpuh,
sebagaiman Tuhan tahu mengapa harus ada musim dingin. Sudah sepuluh musim aku
tak lagi mendengar suara istriku menyapaku dipagi hari. Sudah sepuluh musim
berganti aku tak bisa menyemai istriku. Sudah sepuluh tahun aku kedinginan. Tapi
aku yakin dan sangat yakin musim pasti berganti”
“ Oh...” Kataku.
Dia tidak peduli dengan reaksiku. Dia kembali meneruskan membaca dan ini nampak
dia membuka lembaran akhir dari buku itu..”Wei berkata .. Andai aku bisa memilih
apa yang terbaik bagiku , tentu aku akan memilih tapi sayang sekali..aku hanya
manusia yang diciptakan tanpa berhak untuk memilih apa yang aku inginkan.
Tugasku hanyalah melewati semua itu dan berharap...” Wei melangkah membobong
tubuh istrinya melewati bukit terjal untuk disemayamkan diatas bukit. Ketika itu
musim semi. Dari atas bukit , Wei menatap kebawah dan berkata kepada jasad
istrinya “ Istriku , aku telah membuat tangga untuk naik kebukit ini. Ada lebih 1000
anak tangga yang kususun selama 10 tahun. Ini sekedar memastikan kepada mu
bahwa bila kelak aku tua , aku masih mampu menggerakan tubuh rentaku untuk
sampai kemakammu , menyapamu. Dan kamu tidak perlu kesepian disana..”
“ Oh...” Aku melongok mendengar kisah akhir dari buku itu.. Aku terhentak dengan
mata memerah. Aku lihat diapun sama denganku. “ Sangat mengharukan...”
“ Cinta bukanlah apa yang kamu katakan dan kamu perbuat. Ketika orang yang kamu
cintai dalam keadaan gundah, tugasmu menentramkan bukan bertanya. Ketika orang
yang kamu cintai bersalah, tugasmu meluruskan bukannya menyalahkan. Ketika
orang yang kamu cintai tak bisa menjawab maka hatimulah yang menjawab. Ketika
orang yang kamu cintai dalam keadaan lemah, tugasmu menyediakan tubuhmu untuk
menopangnya. Kecintaan kepada seseorang bukan hanya mempercayainya tapi
bagaimana kamu bersikap terhadapnya. Dan itu hanya ketulusan untuk sepatah kata
bahwa cinta adalah cinta. “
Dia mengakhiri membaca dan menutup buku itu. Menjelang dini hari aku harus tutup
bill. Karena kulihat ester sudah agak lelah. “ Aku harus pulang. Besok aku harus
berangkat pagi sekali. Jam 10 pagi ada rapat”. Kataku.
“ Malam ini tidur di apartementku. Awas kalau nolak. Aku marah...” Katanya seraya
memelototkan matanya. “.
Dalam perjalanan ke Apartement Ester aku cerita soal rencana masuk ke bisnis
electronic dan bermitra dengan FxC. Dia senang dengan cara aku menjelaskan
recanaku. “ Kini aku melihat seorang Jaka 10 tahun lalu ketika awal aku
mengenalnya. Bersemangat dan penuh percaya diri. Tapi berhati hatillah selalu. Aku
tidak ingin kamu gagal lagi. Aku bukan istri kamu yang terlalu kuat menghadapi hal
terburuk terhadap kamu. Aku engga sanggup Jaka , kalau terjadi lagi seperti tahun
lalu. Jangan lagi ya.”
“ Apa ada usul dari kamu soal recana saya itu ?
“ Engga paham aku. Hanya aku ada peluang yang mungkin kamu bisa lakukan ?
“ Apa itu ?
“ Ada perusahaan satelite broadcase yang terancam bangkrut karena adanya
teknologi broadband dan fiberoptic. Perusahaan ini menawarkan TO secara private.
“
“ Kalau terancam bankrut kenapa di tawarkan kepadaku.”
“ Kalau engga salah FxC ikut salah satu anggota konsorsium. Ambil alih perusahaan
ini dan bisa struktur sahamnya melalui leverage. “
“ Siapa musuhnya yang mau terlibat leverage ?
“ Aku kenal investor dari Arab. Mereka gampang di jadikan mangsa. “
“ Dan kalau aku bisa selamatkan portfolio FxC di perusahaan satelite itu tentu bukan
tidak mungkin aku punya bargain di business globalnya karena memasukan darah
segar kedalam perusahaan mereka.”
“ Oh ya..Aku engga sejauh itu berpikir” Kata ester lemah.
Aku terus berpikir. Ester merebahkan kepalanya ke bahuku
“ Ya ya..” mataku berbinar. “ Tolong beri data lengkap kepadaku soal informasi
kamu itu” Tapi ester sudah lelap. Dasar cewek. Diajak bicara bisnis malah tidur.
Taksi berhenti didepan loby. Aku mengendongnya sampai kedalam apartement.
Meletakannya kekamar dengan hati hati. Menyelimutinya. Dan aku menutup kamar
dengan mematikan lampu. Aku tidur di sofa.
***
Di kantor aku mempelajari beberapa dukumen digital yang dikirim oleh Ester via
email. Semua informasi yang memuat tentang perusahaan satellite yang dirudung
masalah financial ada dalam dokumen itu. Tentu ini rahasia. Sebagai banker , ester
dapat dengan mudah mendapatkannya. Dan dia berikan informasi ini tentu dia tahu
aku tidak adakan edarkan kemana mana. Ini hanya akan aku jadi bahan untuk
menyusun langkah strategis. Harga yang dibukan adalah USD 800 juta, Itu valuasi
setelah memperhitungkan factor resiko masa depan atau nilainya hanya 40% dari total
investasi awal. Usia satellite masih tersisa 10 tahun lagi.
Salah satu pemegang saham perusahaan satelit ini adalah FxC. Mengapa sampai FxC
masuk dalam bisnis satellite? Karena pesaingnya juga masuk dalam bisnis satellite.
Jadi walau tidak menguasai bisnisnya namun demi melangkah lebih awal dalam
merebut peluang dan unggul dalam persaingan, maka investasi satelit dilakkukan.
Namun ternyata bisnis satellite ini terancam jatuh nilainya karena usainya
pembangunanfiberoptic oleh konsorsium Globalone yang dikomandani Francis.
Namun masih ada aplikasi IT yang bisa menerapkan satellite ini.
Aku juga pelajari term of reference yang ditetapkan oleh asset manager sebagai
dasar procedure pengambil alihan. Salah satu syarat adalah adanya bukti dana yang
dikeluarkan oleh first class bank. Tanpa bukti dana itu maka negosiasi apapun tidak
akan dilayani. Kalau aku bisa ikut tender pengambil alihan ini, apakah ada
kemungkinan aku bisa jual lagi. Aku teringat Ester yang mengatakan bahwa ada
orang Arab relasinya yang bisa dijadikan mangsa. Sebaiknya sebelum aku kuasai
detail teknis pengambil alihan ini maka aku harus tahu siapa yang akan jadi
mangsanya dan apa yang diinginkannya dari transaksi ini.
“ Ester “ kataku melalui telp .
“ Ya Jaka”
“ Bagaimana aku bisa ketemu dengan relasi kamu si Arab itu?
“ Kapan saja. Dia ada di Hong Kong. Udah 1 bulan.”
“ Boleh saya tahu, apa yang kamu maksud dengan mangsa lewat leverage ?
“ Dia punya uang. Sangat besar sekali. Aku udah verifikasi uangnya. Dia hanya butuh
MTN yang di endorsed oleh First class bank dengan pecahan USD 100 juta.Dia mau
ambil USD 1 miliar. Bunga 7%. “
“ Ok atur saya ketemu dia.”
“ Sekarang aja. Ketemu di kantor saya “
“ Ok. “
“ Kamu meluncur aja ke kantor saya dan saya akan segera minta dia datang.”
Usai telp, aku menghubungi Tong untuk membantu teknis pengambil alihan ini.
Karena menurut ceritanya dia punya koneksi luas dengan pejabat China yang
kendalikan dana pensiun.
“ Bagaimana caranya agar mereka percaya gunakan uang mereka hanya sebegai
bukti untuk traksasi. Secara hukum gimana ?
“ Begini “ Kataku menjelaskan “ kita akan buat perusahaan cangkang yang khusus
untuk menampung uang mereka. Kita akan berikan proxy kepada mereka untuk
kendalikan rekening perusahaan itu. Artinya secara administrasi uang itu di hold
mereka. Tapi secara fakta uang itu ada diperusahaan kita. Siapapun yang verifikasi
pasti tahu bahwa itu uang milik kita.”
“ Kemana uang mereka akan dikirim ?
“ Ya tetap di hongkong dan tetap dibank yang sama di mana mereka tempatkan
uangnya. “
“ Oh jadi hanya pindah buku”
“ Ya.”
“Siapa yang bisa bantu saya untuk menjelaskan ini kepada pejabat China. “
Aku menyebut lawyer dan agent yang berpengalaman dalam prosedur layering dan
credit enhancement. Aku minta dia menghubungi mereka. “ Ok “ kata Tong. “ Kapan
kamu perlu bukti dana ini?
“ Usahakan setelah aku kembali dari Tokyo urusan itu sudah selesai.”
“ Siap pak..
Sampai di kantor Ester, aku langsung di bawa ke ruang meeting dimana si Arab itu
sudah hadir lebih dulu.
“ Ahmed, kenalkan ini Jaka “ kata Ester memperkenalkan diriku.
“ Ahmed. “ katanya seraya menyerahkan kartu namanya. Akupun menyerahkan
business card dengan ramah. Dia menatapku beberapa detik dengan wajah
tersenyum tipis.
“ Anda muslim ?
“ Ya" jawabku.
“ Ok apa yang ada bisa anda tawarkan kepada saya.”
“ Saya tidak dalam posisi menawarkan tapi memberikan solusi kalau anda berminat.”
“ Ok solusi apa ?
“ Saya akan menerbitkan Bond backed SBLC. Artinya Bond itu dijamin resikonnya
oleh SBLC dari first class bank.”
“ Berapa harganya ?
“ 80% dari nominal, zero coupon untuk tennor 5 tahun.”
“ Bagaimana settlement nya ?
“ Penyerahan melalui custodian yang anda tunjuk. Mekanisme Delivery versus
payment.”
“ OK. Kapan kita mulai ?
“ Tunggu kabar dari saya.?
“ Berapa lama?
“ Saya tidak janji, yang pasti saya akan hubungi anda segera setelah saya siap.
Apakah itu mungkin bagi anda?
“ Baik saya tunggu.”
Kemudian Ester menjelaskan reputasiku kepada Ahmed. Dan menjelaskan secara
detail apa yang aku tawarkan sebagai solusi. Ester juga memberikan contoh yang
pernah dilakukan oleh banknya dalam mendukung penerbitan Bond yang di backed
oleh SBLC. Ahmed semakin yakin dan senang. Karena aku tahu bahwa dia butuh
solusi untuk mendapatkan lahan parkir teraman atas uangnya. Aman bukan hanya
dari hilang tapi juga dari kejaran pajak serta ongkos penempatan yang mahal.
Dengan solusi itu, uangnya aman dan mendapatkan yield diatas bunga bank. Usai
meeting, Ahmed mengundang aku kapan kapan makan malam. Aku berjanji minggu
depan setelah pulang dari Tokyo
***
Aku menghubungi Tong. Dia berencana hari ini terbang ke Bejing untuk bertemu
dengan pejabat china. Misinya mendapatkan trust dari mereka untuk mengikuti
skema layering yang kami usulkan. Tong berangkat bersama dengan Lawyer dan
Agent yang akan membantu kami dalam proses settlement dengan pihak dana
pensiun.
Weekend aku putuskan untuk kembali ke Jakarta. Kangen dengan anak dan istri.
Senin depan aku akan terbang ke Taipeh dari Jakarta dan Lena dari Hong Kong. Kami
akan bergabung di Taipeh di hotel yang sudah diatur oleh Lena. Di Jakarta aku
menghubungi Yuni bahwa aku siap berbisnis dengan dia. Sebetulnya dia sudah
menanti setahun lebih untuk dapat bekerja denganku. Modal awal yang kuberikan
adalah USD 200,000 sebagai buyer agent Ikan untuk jepang dan Korea. Dia hanya
menjalankan bisnis process dari jaringan bisnis dan pemasaran yang aku punya.
Untuk tahap awal dia hanya sebagai direktur tanpa saham. Kelak kalau prestasinya
bagus, aku berjanji akan memberi dia saham sebesar 20%. Dia terima dengan suka
cita. Dan berjanji akan kerja keras.
***
Di Taipeh lena sudah menanti di hotel. Semua dokumen yang diperlukan untuk meeting
dengan managing director FxC sudah ada di meja kamar hotelku. Lengkap dengan proposal
yang disusun oleh Team Wang. Juga agenda meeting yang harus aku lalui. Jam 11 kami
meluncur ke kantor FxC. Sesuai jadwal , meeting di hadiri oleh Managing director dan dua
stafnya. Aku berusaha menjelaskan potensi yang perusahaan punya sehingga patut di jadikan
pertimbangan bermitra dengan mereka. Namun disela sela presentasi itu, Managing director
menyela.
“ Jaka, kami tidak tertarik dengan potensi anda sebagai periset di bidang electro. Kami
berharap anda bertindak sebagai supply chain untuk LCD. Kami sangat butuh itu untuk
pengembangan produk kami. Apakah kita bisa focus membahas soal itu ?
Aku terdiam. “Tapi kami tidak pengalaman membuat LCD apalagi denga spec dari anda. “
Kataku
“ Design tekhnologi dari kami dan perusahaan anda hanya produksi dan menjadi bagian dari
supply chain kami “
“ Ya saya harus bicara apa. Anda boss nya. Kami akan berusaha memenuhi keinginan anda.”
“ Baiklah. Ini aspek teknologi dari LCD tersebut.” Katanya menyerahkan documen agak tebal
“ Kami harap anda menyusun langkah business yang memungkinkan rencana pendirian pabrik
LCD dapat terealisir. “ Sambungnya.
“ Bagaimana kalau kita buat MOU atas usulan anda agar kami membangun pabrik LCD. “
“ Tentu. Kalau anda siap, kami juga siap, Hari ini kita tuntaskan semua “ Katanya. Dia
memerintahkan kepada stafnya agar disiapkan Draft MOU untuk aku pelajari. Tak lebih 10
menit draft itu sudah ada di meja meeting. Ternyata sudah mereka persiapkan dengan baik
sejak awal. Aku pelajari dengan cepat dan bagi ku ini hanya standard MOU yang juga berlaku
bagi mitra supply chain mereka. Aku setuju dan menandantanganinya.
***
Usai meeting, dalam perjalanan ke restoran untuk makan siang. Lena berkata kepadaku
bahwa mungkin Wang sudah tahu bahwa yang dinginkan oleh FxC adalah LCD bukan tekhologi
digital dari perangkat keras untuk selular device. Makanya dia senang bermitra dengan aku
karena dia tahu aku punya koneksi dengan industri LCD di Jepang.
“ Kalau lihat dari meeting tadi, mereka tidak menjadikan Wang sebagai bahan pertimbangan
deal dengan anda. Lantas untuk apa deal dengan Wang ? “ Tanya Lena polos.
“ Tidak ada keputusan bisnis yang salah. Selalu ada gunanya dan selalu penting untuk dilalui.
Sekarang masih dalam proses. Kita harus berpikir positip terhadap mitra kita. Bahkan hal yang
terburukpun harus di sikapi positip. “
“ Yes. Sir “
“ Malam ini kan jadwal kita ke Tokyo “
“ Ya. Tepatnya jam 5 kita harus sudah check out hotel untuk siap siap ke Bandara. Pesawat
terbang jam 8 malam. Saya sudah atur jadwal meeting dengan relasi anda di Tokyo dan
sekretarisnya sudah confirmed”
“ Terimakasih. “
Selama makan siang Lena tidak henti kerja. Dia telp Tong untuk tanyakan proses negosiasi
dengan pihak pejabat di Beijing dan menyakan apa ada yang butuh kebijakanku segera. “
Tong, butuh peretujuan anda untuk tandatangani kerjasama dengan pihak pensiun Fund.
Apakah anda ingin bicara dengan dia ?
“ Ya. “
Lena menyerahkan telp selularnya kepadaku. “ Mereka minta fee sebesar USD 200,000 untuk
placement sebesar USD 1 miliar. “ Kata Tong di seberang
“ Kapan mereka minta uangnya ?
“ Paling lambat satu minggu setelah rekening di buka dan dana ditempatkan. Tapi mereka
minta dana itu sudah ada di escrow sebelum dana ditempatkan.”
“ Pakai uang perusahaan yang ada.”
“ Terimakasih pak.”
Telp terputus. “ Pak, kalau kita cash out lagi USD 200,000, saldo kita sudah sangat minim di
bank. Karena dana yang ada udah dipakai untuk bayar deposit kantor, bayar lawyer, agent.
Kita butuh sedikitnya USD 500,000 lagi agar business process tetap jalan. “ Kata lena. Karena
dia tahu step step business process yang harus aku lalui.
“ Nanti kembali ke Hong Kong aku tambah lagi saldo kas kamu.”
“ Terimakasih.”
***
Pertemuan dengan relasiku di Jepang bukannya bicara bisnis tapi malah mendengar
rencananya akan mundur sebagai executive di Industri LCD. Alasanya dia ingin
mengembangkan karir di China dan mati di China. Karena dia memang warga negara china.
Usianya 58 tahun. Aku mengenalnya melalui relasiku di Korea. Aku pernah pesan LCD dari dia
untuk mensuply pabrik TV di China. Tadinya aku berharap perusahaannya dapat berperan
sebagai strategy partners untuk memudahkan proses penggalangan dana dan financial
engineering. Maklum reputasi perusahaannya sangat tinggi. Tapi sekarang dia berhenti dan
ingin bergabung denganku. Aku tidak lagi berharap kepada perusahaan di Jepang sebagai
solusi business. Tapi aku tetap butuh temanku sebagai tenaga akhli untuk mempersiapkan
pendirian pabrik LCD.
Aku hanya semalam di Tokyo keesokan paginya kembali ke Hong kong. Dalam pesawat aku
membaca hasil desk riset yang di lakukan Lena mengenai aplikasi satelite broadcase dan siapa
saja pemain aplikasi satelite itu. Dia juga memberikan data perkembangan kepemilikan
saham dari perusahaan pemilik satelite itu. Barulah aku tahu bahwa pada awalnya perusahaan
ini didirikan oleh PIC dari Arab dan kemudian berganti pemilik atas nama perusahaan
cangkang di Nassau. Kemudian berganti pemilik dengan masuknya FxC dalam konsorsium
bersama Lehman Brothers. Artinya perusahaan ini di beli oleh FxC dan anggota konsorsium
melalui wallstreet. Itu sebabnya sekarang mereka terancam likuiditas karena surat utangnya
akan jatuh tempo sementara business satelite masih negative cash flow.
Disampingku Lena masih sibuk ngetik di laptop nya. “ Jam berapa kamu tidur semalam ?
kataku.
“ Saya melakuan desk riset sampai jam 5 pagi. Dan jam 7 udah bangun sarapan pagi. “
“ Hanya dua jam? Sekarang kenapa masih juga kerja?
“ Memang saya harus kerja. Saya harus menjelaskan kepada anda setiap point dari MOU yang
anda tanda tangani. Tadi pagi saya udah dapat email dari lawyer dan karenanya saya bisa
lebih mudah menjelaskannya kepada anda. Sabar sebentar lagi selesai .”
“ Kamu sebaiknya tidur “
“ Pak, sedikit lagi selesai”
“ Kamu dengar saya ngomong apa ?
“ Ya pak. “ Dia langsung matikan laptop untuk segera tidur.
Lena tertidur pulas dalam pesawat. Benar dia sangat lelah. Sejak awal kerja sampai sekarang
dia termasuk cepat sekali belajar dan mampu mengikuti ritme kerjaku , termasuk style
kerjaku yang tidak suka menunda pekerjaan. Bahkan kadang aku kekelahan namun dia tetap
semangat melaksanakan semua perintahku. Aku terus berpikir keras bagaimana menghadapi
langkah berikutnya.
***
Tong bersama team lawyer dan agent berhasil mendapatkan rekening special
arrangement dengan nilai USD 1 miliar atas nama SPC. Aku menyusun langkah untuk
proses TO. Pertama aku butuh analisa menyeluruh tentang prospek bisnis
perusahaan yang akan aku jadikan target. Data dan informasi dari Esther tidak
cukup. Namun dengan data riset dari Lena sudah jauh lebih baik pengetahuanku.
Namun bagaimanapun aku butuh pendapat professional dari consultant
international. Dalam semiggu aku sudah berhasil mendapatkan laporan lengkap dan
sebagai dasar bagiku menentukan harga. Kedua, aku menyusun exit agar dapat
meyakinkan pihak banker untuk mendukung Leverage dengan memanfaatkan dana
dari Ahmed.
Melalui Ester, aku diatur untuk bertemu secara personal dengan pemilik perusahaan
satelite. Kami janjian di London. Pertemuan di lakukan di hotel kecil di pinggirkan
kota London. Barulah aku tahu siapa pemilik sebenarnya. Dan paham mengapa dia
minta pertemuan di tempat yang tidak diketahui orang lain. Ternyata dia adalah
salah satu pemain hedge fund. Niatnya membeli perusahaan satelite itu tadinya
memang bertujuan untuk money game.
“ Harga yang anda tawarkan sangat tidak rasional”
“ Dan itu tidak bisa lagi saya negosiasikan. Anda terima atau kita sudahi pertemuan
ini.”
“ Tapi uang kontan yang anda punya , itu sesuatu yang luar biasa. Saya sudah
verifikasi dan semua valid. Baiklah saya setuju harga yang anda tetapkan.”
“ Deal ya harga USD 480 juta atau 60% dari harga yang anda buka "
“ Ya.” Katanya lemah.
“ Beri waktu saya 7 hari kerja bank untuk menyelesaikan pembayaran.”
“ Anda tidak perlu bayar lagi.” Katanya dengan raut wajah dingin.
“ Maksud anda ? ini benar benar membuat saya terkejut.
Dia terdiam sebentar dan tersenyum tipis memandangku sejurus. “ Jaka, dengan
bukti dana yang ada punya. itu lebih dari cukup bagi saya untuk create produk money
market dan menarik dana dari Walstreet. Saya tidak akan menjelaskan lebih jauh.
Tapi saya akan serahkan kontrak. Silahkan anda pelajari kontrak itu. Dealnya
sederhana saja. Anda dapatkan satelite itu dan saya dapat posisi administration
holder atas rekening perusahaan SPC itu. “
“ Berapa lama anda pegang administration holder itu?
“ Hanya setahun.”
“ Tapi…” Aku masih bingung.
“ Engga usah kawatir. Saya tahu kok uang itu tidak bisa di cairkan. Dan tahu
bagaimana posisi legal pemilik dana atas rekening itu. Semua tidak ada yang
berubah. Saya hanya ingin meng utilize rekening itu.”
“ Caranya ?
“ Saham anda pada SPC itu serahkan kepada saya, dan saham satelite saya serahkan
kepada anda.”
“ Tapi kan bukan hanya anda sebagai pemegang saham?
“ Tidak perlu kawatir, Saya akan bayar pemegan saham yang lain.”
Hari itu deal disepakati. Proses legal di lakukan oleh team akuisisi.
Usai negosiasi dengan pemilik satelite aku menghubungi Ester agar diatur pertemuan
dengan banker di London untuk membicarakan proses leverage dalam bentuk
penerbitan SBLC sebagai jaminan Bond, yang akan aku terbitkan untuk menarik uang
dari dompet Ahmed. Reputasi Ester sebagai banker sangat membantu. Pihak banker
di London berjanji akan memproses aplikasiku, terutama akan mempelajari exit
yang aku buat. Ini penting sebagai bagian dari risk management. Apa exit ku ?
menyerahkan satelite sebagai collateral dengan nilai 70% dari price market.
Keesokannya aku dapat kabar bahwa banker setuju menerbitkan SBLC dengan
menunjuk Asset management sebagai bond trustee. Keesokannya aku membaca
berita di media massa di London, bahwa salah satu pengusaha dari Hong Kong telah
mengambil alih perusahaan satelite dengan nilai USD 480 juta. Dalam berita itu
disebutkan nama perusahaanku.
“ Jaka “ terdengar di seberang suara Ester.
“ Selamat ya. Aku baru baca di Koran ada nama perusahana kamu. Hebat kamu Jaka.
You are my man. I am proud of you.”
“ Ah biasa saja. Sekarang saya minta pasikan agar dana Ahmed segera saya kuasai
setelah SBLC saya kirim ke bank kamu sebagai jaminan Bond. “
“ Siaaaap, boss. Tadi Tong dan James datang kekantorku. Mereka sudah serahkan
bond nya. Hari ini sblc masuk ke bank ku, hari ini juga rekening Ahmed pindah ke
rekening perusahaan kamu.”
“ Thanks Ester. “
“ Kapan kembali ke Hong Kong
“ Rencana aku mampir ke Taipeh dulu dan terus ke Jakarta. Mungkin minggu depan
aku ada di Hong kong.”
“ Ok. Take care ya”
Sekarang aku punya uang kontan sebesar USD 480 juta. Juga punya perusahaan
satelite. Itu jumlah lebih 100 kali dari hartaku yang hilang waktu krismon. Bukan
hanya uang tapi juga reputasi secara international. Terbukti tadi pagi aku dapat telp
dari Taipeh bahwa Chairman FxC mengundangku makan malam. Saatnya aku
mengendalikan permainan terhadap mereka. Dunia sudah ada dalam genggamanku.
Targetku bukan hanya bermitra dengan FxC tapi juga menguasai sebagian saham
mereka. Karena aku tahu mereka kesulitan likuiditas. Sementara badai krisis belum
begitu reda di Asia.
Dalam pesawat menuju Taipeh aku perhatikan Lena masih saja kerja dengan
laptopnya.
“ Lena..”
“ Ya pak “
“ Bisa engga kamu istirahat saja. Lihat kamu kerja aja saya udah capek”
“ Pak..saya harus persiapkan bahan untuk anda bicara dengan chairman FxC. Kan
kita hanya satu malam di Taipeh. ?
“ Ya “Kataku menghela nafas…” saya engga bisa bayangkan kalau tanpa kamu engga
yakin saya bisa menyelesaikan transaksi yang sangat besar dalam waktu singkat.
Kamu bukan hanya sekretaris pribadi tapi sudah menjadi corporate secretary yang
mengorganise semua pihak yang terlibat dalam membantu proses take over.”
“ Saya hanya berusaha bekerja sebaik mungkin pak. Apalagi saya melihat anda begitu
gigih menghadapi segala kendala dan puya nyali yang luar biasa. Saya juga bersyukur
bisa bekerja dengan anda, bisa belajar dan bisa memahami bagaimana karakter pria
sesungguhnya.
“ Maksud kamu ?
“ Bapak boss yang baik, guru yang baik , suami yang baik, sahabat yang
menyenangkan, mitra bisnis yang punya komitment, dan sangat menghargai
siapapun. “
“ Gombal kamu. Kamu engga mengenal saya sebenarnya”
“ Ya saya tidak mengenal sisi lain dari bapak tapi kalau boleh memilih saya lebih
suka mengenal bapak sebagai boss saya.”
“ OK. Sekarang kamu istirahat saja. Tidak perlu persiapkan apapun untuk meeting
nanti. Karena pertemuan nanti dengan chairman FxC , saya yang pegang kendali.
Kamu kan tahu siapa kita sekarang”
“ Jadi bapak akan kuasai sebagian saham mereka ?
‘ Ya”
“ Bagaimana dengan Wang”
“ Saya juga akan kuasai perusahaan dia”
“ Mengapa ?
“ Saya butuh Wang untuk jadi mitra agar saya bisa membangun pabrik LCD di china
guna menjadi supply chain dengan FxC”
“ Apa kelebihan Wang?
“ Dia pengusaha china dan pejabat China akan terdorong nasionalisme nya kalau ada
warga negaranya sebagai mitra international membangun pabrik berkelas dunia. Dan
kita butuh nasionalisme itu karena China memonopoli bahan baku mineralnya.”
“ Paham saya pak. Jadi semua sudah anda perhitungkan dengan baik. Tujuannya
menguasai semua sumber daya orang lain punya. Membujuk siapa saja dan
membayar siapa saja yang bisa mendukung obsesi anda. “
Aku hanya tersenyum dan terdiam “ saya perhatikan bapak selalu dalam kondisi
berpikir ” Kata Lena.
“ Itulah dunia pria. Kami harus menggunakan akal dan raga kami untuk unggul dalam
bertarung. Hidup tidak ramah sayang. Kalau kami lemah, bagaimana mungkin kami
bisa melindungi kaum wanita dan menjaga bumi ini agar tetap damai. “
“ Pak. Sebagai pemimpin dan pebisnis bapak itu seperti karakter Srigala”
“ Loh kenapa kamu berkesimpulan seperti itu?
“ Serigala sebagai pemimpin kelompok selalu ada digaris belakang ketika situasi
damai. Dia memastikan ‘no one left behind’ dan ‘all keep stay one on pack’. Dia
memastikan tidak ada yang tertinggal, dan kelompoknya tetap utuh bersama
melangkah kemasa depan. Dia selalu siaga untuk berlari ke arah manapun
untuk ‘protect and serve’. Dan ketika ada masalah atau memasuki medan yang
belum jelas kekuatan lawan, Srigala sebagai pemimpin kelompok selalu tampil di
garis depan , masuk lebih dulu. Apabila dia gagal dan tewas maka dia akan
memberikan tanda kepada anak buahnya untuk segera menjauh..Dia berkorban
untuk para pengikutnya dan tidak pernah lari dari masalah…”
“ Dari mana kamu tahu philosopi soal Srigala ?
“ Dari Tong, juga James. Mereka bilang bahwa bapak itu pemimpin berkarakter
Srigala.”
“ Ah bisa saja mereka. Kamu tidur ya.”
“ Ya Pak. Boleh saya merebahkan kepala saya ke bahu bapak?
“ Ayo tidur “ kataku meraih kepalanya bersandar di bahuku. Dia tersenyum.
---TAMAT----
Komentar
Posting Komentar